Di balik indahnya Bojonegoro dengan deretan fasilitas umum yang sudah bisa dinikmati dengan semestinya, ada geliat perubahan yang mengalir senyap namun berdampak mendalam. Pembangunan tak lagi sekadar panggung megah di pusat kota, melainkan pelita harapan yang dibawa hingga ke pelosok dan sudut-sudut wilayah yang sempat terisolir.
Seiring berjalannya tahun 2026 yang sudah memasuki babak triwulan ketiga, denyut pembangunan itu nyata hadir di tengah masyarakat melalui terealisasinya 354 unit sarana sanitasi yang tersebar di berbagai titik wilayah Bojonegoro. Bagi sebagian masyarakat perkotaan, wujud pembangunan ini mungkin tak secerlang infrastruktur megah lainnya. Namun bagi mereka yang mendiami sudut-sudut terpencil, kehadiran sarana ini adalah bentuk pemenuhan hak paling mendasar atas kebersihan dan martabat hidup.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya bahwa pemerataan adalah kunci dari tidak boleh ada satu pun jengkal wilayah yang terlepas dari pandangan dan perhatian. Lewat langkah nyata ini, senyum keberdayaan kini tak hanya milik mereka yang tinggal di jantung kota, tetapi juga dirasakan hingga ke pelosok negeri sehingga dapat membuktikan bahwa sentuhan pembangunan hadir merata untuk seluruh warga. Peran masyarakat secara langsung sangat berpengaruh dalam menjaga apa yang sudah diberikan agar fokus kedepannya bisa sedikit bergeser ke sektor lain guna membangun Bojonegoro Bahagia, Makmur dan Membanggakan.
Baca juga Edukasi Melalui Program Sanitasi
|
|
|
|
|
Sangat Puas
29 % |
Puas
14 % |
Cukup Puas
43 % |
Tidak Puas
14 % |