Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memacu penataan infrastruktur dan ruang publik guna meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan serta memperkuat daya saing daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui transformasi tiga kawasan vital, yakni rehabilitasi Alun-Alun Bojonegoro, revitalisasi Pasar Kota, serta penataan ulang kawasan strategis Taman Rajekwesi.
Sebagai elemen esensial kehidupan perkotaan dan ruang terbuka hijau (RTH), Alun-Alun Bojonegoro mulai memasuki tahap rehabilitasi berskala besar. Pembangunan tahap I yang berfokus pada sisi utara mencakup area seluas 43.130 m² dengan alokasi RTH seluas 18.073 m². Kawasan ini dirancang untuk menjadi ruang publik inklusif yang mengakomodasi berbagai fungsi sosial, ekologi, olahraga, hingga ekspresi seni dan budaya lokal. Untuk menunjang kenyamanan warga, kawasan utara alun-alun akan dilengkapi delapan fasilitas publik modern, seperti panggung dan kantin dua lantai semi-basement berkapasitas 16 kios UMKM, outdoor gym, area senam, dua area bermain anak (playground), water playground, hingga tempat berteduh (shelter). Penguatan infrastruktur sanitasi juga menjadi prioritas melalui penyediaan 7 toilet pria, 11 urinoir, dan 14 toilet wanita. Kehadiran ruang terintegrasi ini diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi kreatif sekaligus mempertegas identitas visual kawasan perkotaan Bojonegoro.
Di sektor perdagangan dan ekonomi perkotaan, Pemkab Bojonegoro mendorong revitalisasi Pasar Kota di atas lahan seluas 18.236 m² dengan total luas bangunan mencapai 33.285 m². Mengusung langgam arsitektur Modern-Tropis atau Jawa, struktur tiga lantai ini dirancang megah dan efisien tanpa merusak estetika lokalitas. Pasar modern berpola semi-modern ini direncanakan mampu menampung hingga 1.480 pedagang. Dari sudut pandang tata ruang dan mobilitas perkotaan, revitalisasi ini menerapkan konsep penataan terpadu yaitu setiap lantai dilengkapi eskalator serta fasilitas parkir kendaraan yang terintegrasi di tiap tingkat untuk mengurai potensi kemacetan di sekitarnya. Fasilitas parkir lantai dasar secara khusus menyediakan alokasi untuk kendaraan roda empat, roda dua, hingga area khusus becak sebagai penyerapan transportasi tradisional. Koridor belanja dirancang luas, ramah disabilitas, serta terbagi ke dalam zonasi yang jelas (zona basah, kering, elektronik, dan pakaian) guna memberikan ruang sirkulasi yang aman. Kawasan pasar dilengkapi RTH seluas 4.633,2 m² sebagai paru-paru lingkungan. Selain itu, efisiensi energi diterapkan melalui pengoptimalan ventilasi alami, penggunaan lampu hemat energi, drainase terpadu, ruang laktasi, tempat ibadah, serta penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Di pintu masuk utama wilayah perkotaan dari arah Jetak, kawasan Taman Rajekwesi seluas 10.000 m² turut ditata secara menyeluruh. Langkah penataan ini mencakup pembenahan lanskap taman, penataan trotoar di sisi utara, hingga pembangunan gedung serbaguna dua lantai seluas 1.023 m². Gedung serbaguna tersebut difungsikan sebagai Galeri Dekranasda, aula, ruang kurasi peningkatan kapasitas masyarakat, area perkantoran, foodcourt (5 unit), serta fasilitas pendukung yang inklusif. Penataan koridor gerbang kota ini ditujukan untuk memperkuat wajah estetik perkotaan, menghadirkan ruang publik multifungsi yang bersih dan berkelanjutan, serta memfasilitasi aktivitas ekonomi kerakyatan secara terstruktur.
Keseluruhan proyek penataan ruang publik ini menegaskan komitmen Pemkab Bojonegoro dalam merancang tata kota yang seimbang menghubungkan kelestarian lingkungan, kemudahan aksesibilitas, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara harmonis.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
29 % |
Puas
14 % |
Cukup Puas
43 % |
Tidak Puas
14 % |