Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro mulai mematangkan rencana transformasi Pasar Kota Bojonegoro menjadi pusat perbelanjaan modern. Dalam sosialisasi yang digelar di Aula Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) pada Kamis (19/2/2026), desain awal pasar setinggi tiga lantai tersebut dipaparkan di hadapan para pedagang yang diundang langsung untuk mengikuti sosialisasi. Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, mengungkapkan bahwa desain ini merupakan hasil diskusi bersama Bupati dan lintas OPD yang kini mulai disosialisasikan kepada para pedagang. Salah satu perubahan signifikan dari rencana awal adalah penambahan fasilitas eskalator atau tangga berjalan untuk memudahkan akses pengunjung ke lantai atas. Desain baru ini mengakomodasi masukan yang ada. Jika awalnya hanya tangga biasa, kini akan disiapkan eskalator agar pasar lebih representatif dan nyaman. 

    Yang menarik, Pasar Kota Bojonegoro direncanakan menjadi pasar tradisional pertama di Indonesia yang terkoneksi langsung dengan ikon kota. Desain tersebut mencakup pembangunan jembatan penghubung yang menghubungkan pasar dengan Alun-Alun Bojonegoro serta Taman Bengawan Solo (TBS). Dengan luas lahan mencapai 18.236 meter persegi, pembangunan ini tidak hanya fokus pada bangunan fisik, tetapi juga menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 4.633 meter persegi. Lantai tiga pasar bahkan diproyeksikan memiliki pemandangan langsung (view) ke arah Sungai Bengawan Solo, menambah nilai estetika bagi pengunjung. Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas PKPCK, Benny Kurniawan, merinci bahwa gedung baru ini nantinya akan menampung total 1.480 tempat berdagang. Pembagiannya terdiri dari Lantai 1 yaitu 483 kios dan los (direncanakan untuk pedagang basah seperti daging dan sayuran). Sedangkan Lantai 2 terdiri dari 499 unit dengan konsep semi-mal. Dan untuk Lantai 3 terdapat 498 unit yang didesain sebagai area belanja modern dengan pemandangan sungai.

   Meski menyambut baik konsep modernisasi ini, para pedagang melalui Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kota, memberikan beberapa catatan penting. Mereka berharap Pemerintah memastikan jumlah kios yang dibangun cukup untuk menampung seluruh pedagang sesuai data yang ada. Para pedagang ingin setiap lantai memiliki daya tarik tersendiri. Misalnya lantai dua dikonsep layaknya mal agar pembeli tertarik untuk naik. Mungkin ini penting agar Pasar Kota tetap sustainable di tengah gempuran toko modern dan swalayan.

Sehubungan dengan itu,beberapa pedagang ada juga yang mengusulkan penguatan konstruksi bangunan agar tahan lama dan tidak bocor, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti Mushola dan gerai ATM. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan proses administrasi dan perencanaan teknis dapat rampung selama bulan Ramadan tahun ini. Jika berjalan sesuai rencana, proses lelang atau tender proyek akan segera dilaksanakan tepat setelah Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) 2026.


By Admin
Dibuat tanggal 25-02-2026
573 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
20 %
Puas
20 %
Cukup Puas
40 %
Tidak Puas
20 %